Lampung Krakatau Festival 2018 Ditargetkan Dikunjungi 25 Ribu Wisatawan


Provinsi Lampung adalah salah satu daerah yang secara rutin menyelenggarakan acara wisata alam dan kebudayaan tahunan di Indonesia. Pada tanggal 24-26 Agustus nanti, Provinsi Lampung diagendakan bakal menggelar kembali Lampung Krakatau Festival atau LKF yang ke 28 di tahun 2018.

Pada acara LKF yang ke 28 tersebut, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mentargetkan akan ada sekitar 25 ribu wisatawan yang akan menyambangi Provinsi Lampung. Jumlah itu terbagi menjadi dua, yakni  20 ribu wisatawan nusantara dan 5 ribu wisatawan mancanegara.

Kehebatan Provinsi Lampung tak hanya sebatas dari target wisatawan yang diharapkan Arief selaku Menteri Pariwisata saja, akan tetapi Lampung Krakatau Festival ini ternyata merupakan satu-satunya acara dari Provinsi Lampung yang telah masuk ke dalam 100 CoE ( Calendae of Event ) Wonderful Indonesiap seperti yang diungkapkan oleh Arief.

Lampung Krakatau Festival
Lampung Krakatau Festival  (foto kemenpar.go.id)
Tidak jauh berbeda dengan daerah provinsi lainnya, Lampung juga mempunyai ikon pariwisata sendiri yaitu Gunung Krakatau. Sebelumnya kita sudah mengetahui jika Candi Borobudur adalah ikon wisata di Jawa Tengah, Danau Toba di Sumatera Utara, dan beberapa ikon lain di setiap daerah Indonesia.

Arief mengungkapkan, Gunung Krakatau sangatlah cocok dijadikan sebagai branding yang mendunia dan ikon pariwisata. Penyelenggaraan LKF yang sudah berjalan rutin setiap tahun di akhir bulan Agustus ini memudahkan para wisatawan lokal dan mancanegara dalam membuat rencana untuk liburan ke Provinsi Lampung.

Arief, Menteri Pariwisata Lampung, kembali menjelaskan apabila salah satu tujuan diselenggarakannya festival ini adalah untuk mengenang tragedi meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 26 dan 27 Agustus tahun 1883 silam yang menjadi perhatian dunia. Selain itu, event ini merupakan sarana pelestarian seni budaya daerah dan apresiasi, serta sajian atraksi wisata sebagai usaha menarik kunjungan traveler.

Selain Gunung Krakatau, ada tiga destinasi wisata unggulan yang tak kalah menarik perhatian wisatawan. Seperti Pantai Krui, Taman Bumi Kedaton, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Optimis mempunyai festival yang diunggulkan tingkat nasional dan panorama alam, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan 12 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 275 ribu kunjungan wisatawan mancanegara pada 2018.

“Event Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018 harus bisa menjadi sebuah atraksi wisata yang menarik dan menjadi sarana promosi untuk destinasi wisata namun tetap melestarikan dan mengangkat seni budaya asli daerah deni menangkap peluang kunjungan wisatawan,” jelas M. Ridho Ficardo, Gubernur Provinsi Lampung.

Menurut Budiharto, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, menjelaskan apabila atraksi yang diunggulkan pada gelaran Lampung Krakatau Festival 2018 nanti adalah arak-arakan atau karnaval budaya yang dibawakan oleh masyarakat Lampung.

Siger dan Tapis khas Lampung akan dihadirkan pada karnaval kebudayaan sebagai salah satu upaya memperkenalkan kebudayaan khas Lampung kepada wisatawan mancanegara dan nusantara.

Dikutip dari okzone.com

Pesona Keindahan Air Terjun Ciupang di Kabupaten Pesawaran

Wisata alam adalah salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh Provinsi Lampung. Layaknya  surga tersembunyi, masih banyak sekali objek wisata alam di Lampung yang belum tereksplorasi. Salah satunya adalah Air Terjun Ciupang yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran.

Air terjun yang terletak di perbukitan Padang Cermin ini menawarkan keindahan yang mampu menghipnotis setiap wisatawan, dengan panorama alam yang terlihat masih alami dan asri.

Air Terjun Ciupang cocok sekali dikunjungi oleh wisatawan yang menyukai tantangan, karena untuk bisa sampai di lokasi air terjun, membutuhkan usaha yang cukup keras. Para wisatawan harus melakukan pendakian terlebih dahulu untuk bisa mencapai tempat itu.

Akan tetapi, kelelahan yang dirasakan akan segera terbayar lunas begitu tiba di lokasi Air Terjun Ciupang. Keindahan yang ditawarkannya mampu menyejukkan tubuh dan pikiran Anda.

Pesona Keindahan Air Terjun Ciupang di Kabupaten Pesawaran Lampung
Air Terjun Ciupang di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Foto by ksmtour.com

Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi air terjun Cipuang, maka sangat direkomendasikan menggunakan jasa sewa mobil dari kota Bandar Lampung. Pasalnya, transportasi umum yang menuju ke lokasi masih jarang, meskipun jaraknya dari pusat kota tidak begitu jauh, sekitar 60 kilometer.

Dari kota Bandar Lampung, wisatawan harus mengikuti rute menuju ke dusun Purwajaya, desa Sumber Jaya, Kecamatan Padang Cermin. Perjalanan ini menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam.

Selanjutnya, dari Dusun Purwajaya, wisatawan harus melalui jalan setapak dan tracking di jalanan perbukitan selama 10 – 20 menit. Wisatawan harus mampu melewati tantangan berupa jalanan yang terjal.

Walaupun medan yang harus ditempuh cukup terjal dan lumayan sulit, akan tetapi para traveler disuguhi dengan panorama alam berupa perkebunan coklat dan aliran sungai yang bersumber dari air terjun Ciupang.

Sebelum melakukan traveling kesana, persiapkan kondisi fisik Anda, karena kondisi pendakian yang sedikit curam dan terjal, tentu banyak menguras tenaga.

Rasa lelah selama pendakian menuju ke lokasi air terjun Ciupang, akan terasa sirna begitu Anda sampai di lokasi. Anda akan dimanjakan dengan indahnya pemandangan air terjun yang sangat deras setinggi 50 meter.

Akan sayang sekali jika Anda tidak menikmati guyuran air terjun ketika Anda berkunjung ke sana. Namun perlu diingat, Anda harus berhati-hati mengingat kondisi bebatuan yang ada di sekitar air terjun ini lumayan licin dan berlumut.

Banyaknya foto yang beredar di media sosial, membuat air terjun Ciupang ini semakin populer. Tempat wisata yang satu ini, cocok sekali bagi Anda yang senang mengabadikan pemandangan alam dan pegunungan.

Bagi Anda yang ingin ke lokasi Air Terjun Ciupang menggunakan transportasi umum, dari Bandar Lampung silahkan naik Bus Damri jurusan Hanura, Kabupaten Pesawaran. Selanjutnya, sambung dengan naik angdes (angkutan perdesaan) di kecamatan Hanura untuk menuju ke kecamatan Padang Cermin, kemudian stop di Pasar Kluwih.

Apabila Anda ingin menggunakan transportasi pribadi, dari Bandar Lampung silahkan menuju ke pesisir teluk Lampung. Setelah melewati pantai Mutun, Anda akan menjumpai persimpangan, silakan ambil jalan ke kanan menuju pasar Kluwih. Setelah itu Anda akan masuk ke jalan berbatu yang menuju ke arah Kelumbayan, Tanggamus, lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju desa Sumberjaya. Anda pun bisa bertanya pada warga sekitar lokasi air terjun Ciupang.

7 Tempat Wisata Populer di Kabupaten Pesisir Barat Lampung

Pesisir Barat merupakan kabupaten termuda di Lampung, hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat. Kabupaten yang beribukota di Krui ini letaknya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Hal itu menjadi anugerah tersendiri bagi Pesisir Barat, yang kemudian begitu terkenal dengan wisata-wisata pantainya yang memiliki ombak besar. Karenanya, tak heran, jika banyak wisatawan yang datang ke Pesisir Barat untuk berselancar, termasuk para turis dari mancanegara.

Nah, penasaran bukan, apa saja tempat-tempat wisata di Pesisir Barat? Berikut adalah beberapa diantaranya.

7 Tempat Wisata Populer di Kabupaten Pesisir Barat Lampung

7 Tempat Wisata Populer di Kabupaten Pesisir Barat Lampung

1. Pantai Labuhan Jukung Krui

Pantai Labungan Jukung berada di pusat kot Krui dan dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata Pesisir Barat. Pantai ini menjadi idola bagi para pemburu sunset, karena view saat matahari tenggelam benar-benar indah di sini.

Ombaknya yang besar namun tidak terlalu ganas sering dijadikan arena latihan bagi para peselancar pemula. Terdapat sebuah landmark bertuliskan Pantai Labuhan Jukung Krui, yang bisa dijadikan spot instagramable bagi para pengunjung.

Tempat ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memang disediakan bagi pengunjung, seperti cottage, kios pedagang, ruang bilas, tempat duduk di tepi pantai, dan tempat bermain anak.

2. Pantai Tanjung Setia

Bagi penyuka surfing, maka, Pantai Tanjung Setia adalah pilihan yang tepat. Ombaknya yang besar, panjang, dan tidak mudah pecah, benar-benar menjadi spot yang yang menyenangkan untuk berselancar. Tidak heran jika popularitas pantai ini begitu terkenal hingga ke mancanegara.

Memasuki area Pantai Tanjung Setia, suasananya sudah bagai di Bali saja. Banyak bule-bule berlalu lalang, yang tentu saja hampir dipastikan rata-rata adalah peselancar. Terdapat cottage, rumah makan, kamar mandi bilas, serta kios-kios penjual souvenir di sini. Pengunjung juga bisa menghabiskan hari hanya sekedar duduk-duduk seraya memandangi panorama Pantai Tanjung Setia yang indah.

Selain ombaknya yang menjadi favorit para surfer, Pantai Tanjung Setia juga dikenal memiliki view sunset yang luar biasa indah. Jadi, jika Anda adalah seorang fotografer yang senang berburu sunset, Pantai Tanjung Setia adalah tempat yang sangat recommended.

3. Pulau Pisang

Jika belum kesampaian mengunjungi Maldives, datanglah ke Pulau Pisang. Pulau Pisang merupakan salah satu kecamatan yang ada di Pesisir Barat.

Pulau yang dapat dicapai dalam waktu 45 menit menaiki jukung dari Pelabuhan Kuala Stabas dan 15 menit dari dermaga Tembakak ini, memiliki pantai yang sangat memesona. Pantainya begitu luas dan landai, dengan pasir putih yang lembut dan tebal. Air lautnya berwarna tosca dan sangat bening bagaikan kaca.

Terdapat banyak homestay bagi wisatawan yang menginap di Pulau Pisang. Hidup menyatu dengan penduduk Pulau Pisang yang ramah dan masih kental dengan adat dan budaya, tentu akan menjadi pengalaman tersendiri yang tidak terlupakan.

4. Batu Gukhi

Batu Gukhi terletak di Pulau Pisang. Bentuknya berupa batu karang menjulang dengan banyak lubang, yang terlihat sangat fotogenic jika dipotret dari arah manapun.

5. Penangkaran Penyu Muara Tembulih

Penangkaran penyu ini terletak di Pekon Muara Tembulih Ngambur. Pekon merupakan bahasa masyarakat setempat di Pesisir Barat, yang artinya desa.

Biota laut yang ada di penangkaran ini adalah penyu belimbing. Jika berkunjung ke sini, maka kita dapat menyaksikan proses pelestarian penyu belimbing, mulai dari penetasan telur, hingga pelepasan ke alam bebas.

6. Pantai Melasti

Jika datang ke Pantai Melasti di Pesisir Barat, kita akan mendapati kesan seolah sedang ada di Bali. Terdapat sebuah pura di pantai yang terletak di Pekon Marang ini, menandakan bahwa sebagian besar penduduknya adalah beragama Hindu.

7. Repong Damar

Repong artinya kebun. Jadi, repong damar artinya kebun damar.

Damar memang merupakan komoditi utama di Pesisir Barat. Sebagaimana diketahui, Peissir Barat sendiri merupakan penghasil getah damar terbaik di dunia, yaitu Damar Mata Kucing.

Bagian yang menarik dari mengunjungi repong damar adalah menyaksikan proses memanen getah damar. Para petani damar menggunakan alat-alat dan cara khusus untuk memanen damar. Hal ini tentunya menjadi keunikan tersendiri untuk diabadikan.

Nah, itulah tadi 7 Tempat Wisata Populer di Kabupaten Pesisir Barat Lampung. Menarik, bukan?

Masih banyak tempat-tempat wisata lain di Pesisir Barat yang tidak kalah menakjubkan. Itu semua hanya akan dirasakan jika kita datang langsung ke Pesisir Barat.

Jadi, tunggu apa lagi? Ija Mit Krui (Ayo ke Krui) Pesisir Barat!

Silakan baca juga:
Tanjung Setia Beach, The Greatest Surfing Spot in Lampung Province

Inilah Daftar Lengkap Hotel Populer di Bandar Lampung

Keberadaan hotel dan penginapan saat ini menjadi suatu hal yang penting. Bukan hanya sebagai tempat menginap bagi para tamu dari luar kota, kini hotel juga sering difungsikan sebagai tempat wisata untuk menghabiskan akhir pekan, atau sejenak menepi dari rutinitas sehari-hari.

Istilah populernya adalah Staycation, singkatan dari kata stay (tinggal) dan vacation (liburan).

Jadi, liburan tidak melulu harus ke luar kota, namun liburan juga dapat dilakukan di dalam kota.

Nah, bagi Anda yang berniat menginap di Bandar Lampung, inilah daftar lengkap hotel populer di Bandar Lampung.

Inilah Daftar Lengkap Hotel Populer di Bandar Lampung

Daftar Lengkap Hotel Populer di Bandar Lampung

1. Swiss-Bel Hotel Lampung

  • Bintang: 4
  • Rating: 8.8/10
  • Alamat: Jl. Rasuna Said No. 18 Teluk Betung Bandarlampung

2. Novotel Lampung

  • Bintang: 4
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. Gatot Subroto No. 136 Teluk Betung Bandarlampung

3. Hotel Horison Lampung 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.7/10
  • Alamat: Jl. Kartini No. 88 Bandarlampung  

4. POP! Hotel Tanjung Karang

  • Bintang: 2
  • Rating: 8.1/10
  • Aalamat: Jl. Wolter Monginsidi No. 56 Bandarlampung

5. Grand Citihub Hotel 

  • Bintang: -
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. R.A Kartini No. 41, Bandarlampung

6. Whiz Prime Hotel

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. Jendral Ahmad Yani No. 21 Bandarlampung, Lampung

7. Amalia Hotel Lampung 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.6/10
  • Alamat: Jl. Raden Intan No. Bandarlampung

8. Grand Anugerah Hotel 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.6/10
  • Alamat: Jl. Raden Intan No. 132 Bandar Lampung

9. Bukit Randu Hotel & Resort

  • Bintang: 4
  • Rating: 8.8/10
  • Alamat: Jl. Kamboja No. 1-2 A Kebon Jeruk Bandarlampung

10. BATIQA Hotel 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.8/10
  • Alamat: Jl. Jendral Sudirman, No 140 Pahoman Bandarlampung

11. Yunna Hotel

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. Ikan Hiu No. 1 Teluk Betung Selatan Teluk Betung  Bandarlampung

12. Astoria Hotel 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.7/10
  • Alamat: Jl. Raden intan No. 110 Bandarlampung

13. Asoka Luxury Hotel

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.1/10
  • Alamat: Jl. Pulau Morotai No.16 B Kedamaian Bandarlampung

14. Grande Hotel

  • Bintang: 2
  • Rating: 8.4 / 10
  • Alamat: Jl. Radin Intan No 77-79 Enggal Bandar Lampung

15. Aston Lampung City Hotel

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. Gatot Subroto No. 81 Garuntang Teluk Betung Selatan Teluk Betung Bandarlampung

16. Anugerah Express Hotel 

  • Bintang: 1
  • Rating: 8.5/10
  • Alanat: Jl. Ahmad Yani No. 01 Bandarlampung

17. Sheraton Lampung Hotel

  • Bintang: 4
  • Rating: 8.5/10
  • Alamat: Jl. Wolter Monginsidi No. 175 Bandarlampung

18. Grand Praba Hotel

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.6/10
  • Alamat: Jl. Wolter Monginsidi No. 170 Teluk Betung Utara Teluk Betung Bandarlampung

19. Emersia Hotel & Resort

  • Bintang: 4
  • Rating: 8.7/10
  • Alamat: Jl. Wolter Monginsidi No. 70 Bandarlampung

20. Wisma Chandra

  • Bintang:
  • Rating: 8.6/10
  • Alamat: Jl. Hayam Wuruk Pemuda I Bandar Lampung

21. Andalas Permai Hotel 

  • Bintang: 2
  • Rating: 8.6/10
  • Alamat: Jl. S. Parman Bandar Lampung No.43 Bandar Lampung

22. Arnes Hotel

  • Bintang: 1
  • Rating: 8.0/10
  • Alamat: Jl. Cut Nyak Dien No. 20 Bandar Lampung

23. Arinas Hotel

  • Bintang: 1
  • Rating: 8.3/10
  • Alamat: Jl. Raden Intan No. 35A Bandarlampung

24. Marcopolo Hotel 

  • Bintang: 3
  • Rating: 8.0/10
  • Alamat: Jl. Dr. Susilo No. 4 Teluk Betung Bandarlampung

25. Andalas Syariah Hotel 

  • Bintang: 1
  • Rating: 8.4/10
  • Alamat: Jl. Raden Intan No. 89 Bandarlampung 


Itulah daftar lengkap hotel populer di Bandar Lampung yang bisa Anda coba untuk Staycation bagi keluarga tercinta.

Tanjung Setia Beach, The Greatest Surfing Spot in Lampung Province

Tanjung Setia Beach is a beach located in Krui District of West Lampung. This beach has a wave as high as 4 meters and 200 meters long is quite ideal for tourists, especially who love surfing. No wonder, more and more foreign tourists who want to try the ferocious beach waves overlooking the Indian Ocean.

If you want to surf on Tanjung Setia Beach, then the most appropriate time is between April and October. To reach the location, you can travel overland for 6 to 7 hours from Bandar Lampung. Tanjung Setia beach is about 25 km from Liwa, which is the capital of West Lampung regency.

Tanjung Setia Beach

Along the way to Tanjung Setia Beach, you will be treated to stunning views of the Mountains Bukit Barisan Selatan with slopes and winding roads, but relatively smooth. The green landscape lies as far as the eye can see, making your journey will be fun and exciting.

In addition to surfing, activities that you can do at Tanjung Setia Beach include swimming, diving, boating, sailing, snorkeling, fishing, sunbathing, down the beach, coral collecting, and photography. You will also be pampered with breathtaking sunset views.


At Tanjung Setia Beach, you do not have to worry about lodging. Because, there are already available some cottages that you can rent. In addition, make sure you do not miss the typical culinary there, a processed food from blue marlin fish that by local people known as iwa tuhuk.

Melinting Dance, The Oldest Tradisional Dance in Lampung

Melinting Dance is one of the traditional dances in Lampung. It is a heritage classic dance of Melinting Kingdom in East Lampung.

Melinting Dance is classified as one of oldest dancer that ever in Lampung. This dance is estimated to have existed since the arrival of Islam in Indonesia, especially in ​​Lampung.
Acording to history, Melinting Dance is one of the classical dance relics of the Melinting Kingdom in Labuhan Meringgai, East Lampung. The dance was first coined in the 16th century by Melinting Queen II, who named Prince Panembahan Mas.


Melinting Dance, The Oldest Tradisional Dance in Lampung

Originally, this dance is only known in the royal court, and only shown at gawi adat in Melinting Kingdom. At the time. this dance can be performed by the sons and daughters of the Melinting Queen only.

In 1958, this dance began experiencing growth and improvement. Dance that was originally only displayed within this kingdom, later developed into a folk dance.

Melinting Dance was originally used as a dance that is sacred and only displayed at the royal custom gawi only. But along with its development, this dance then functioned as dance performances often featured in various events such as reception, cultural events, and other large events. The dance was interpreted as an expression of gratitude and happiness of the people for what they get.

Melinting Dance usually performed by four male dancers and four female dancers. The dancers danced by using custom clothings and fans, as well as sound accompaniment of a musical instrument called Talok Balak. Melinting Dance performances are usually divided into several rounds, including the opening part, kugawo ratu part, knui melayang part, and the concluding part.

In the opening part, the dancers give tribute to the guests. Then on the kugawo ratu part, describe the softness and agility of female dancers, and also the courage of male dancers. While on knui melayang part describe the grandeur and elegance of the dancers. Then in the concluding part, Melinting Dance ends with greetings and respect of the dancers.


The movements of the male and female dancers in this Melinting Dance are different. The movements of male dancers are dominated by agile and dinamic movements. The movement includes babar kipas, jong sumbah, sukhung, sekapan balik palau, kenui melayang nyiduk, salaman, suali, niti batang, luncat kijang, and lapah ayun.